← Kembali ke etalase
DevOps & CloudNetwork & SystemSoftware EngineeringShowcase
Dashboard AnalitikPendidikan & Edutech

SIOD — Smart Infrastructure Operations Dashboard

SIOD (Smart Infrastructure Operations Dashboard) adalah sistem monitoring infrastruktur yang memantau CPU, RAM, Docker container, health score, telemetry, serta incident secara real-time. Sistem mengintegrasikan Smart API sebagai backend telemetry, Smart Monitor sebagai dashboard visualisasi, serta monitoring engine untuk mendeteksi kondisi abnormal dan proses recovery.

Dipublikasikan: 10 September 2026

Alur Asesmen Tripartit

  1. Mahasiswa
  2. 2Koordinator
  3. 3Industri
  4. 4Selesai

Tentang Project

SIOD (Smart Infrastructure Operations Dashboard) merupakan project monitoring infrastruktur berbasis Linux yang dirancang untuk memberikan visibilitas kondisi server dan container secara real-time. Sistem mengumpulkan telemetry dari infrastruktur berupa penggunaan CPU, RAM, status Docker container, timestamp, dan indikator kesehatan sistem. Data tersebut diproses melalui Smart API dan disediakan melalui endpoint API untuk dikonsumsi oleh dashboard. Smart Monitor berfungsi sebagai dashboard visualisasi yang menampilkan kondisi infrastruktur, health score, resource utilization, container status, serta riwayat telemetry. Di sisi monitoring, sistem memiliki mekanisme threshold-based detection untuk mendeteksi kondisi abnormal, membuat incident ACTIVE, kemudian mengubahnya menjadi RESOLVED setelah kondisi sistem kembali normal. Sistem juga terintegrasi dengan notifikasi Telegram untuk memberikan informasi mengenai incident dan recovery. Project ini dikembangkan sebagai implementasi pembelajaran Linux & Server, Docker, monitoring infrastructure, backend API, automation, dan konsep DevOps.

Masalah yang Diselesaikan

Monitoring server dan container secara manual membuat kondisi infrastruktur sulit dipantau secara cepat dan konsisten. SIOD menyediakan satu dashboard untuk melihat resource utilization, status container, health score, telemetry, serta incident. Sistem juga membantu mendeteksi kondisi abnormal dan memberikan informasi ketika sistem kembali normal.

Cara Berpikir di Balik Project Ini

Bukti proses berpikir kontributor mengerjakan project ini — bukan cuma hasil akhirnya.

Kenapa pendekatan ini

Saya memilih Python dan Flask karena sesuai dengan kebutuhan backend yang ringan dan mudah dikembangkan. Docker digunakan untuk menjalankan komponen monitoring secara terisolasi, sedangkan Prometheus, cAdvisor, dan Node Exporter digunakan untuk memperoleh metrics infrastruktur. Dashboard dibuat dengan HTML, CSS, JavaScript, dan Chart.js agar data telemetry dapat divisualisasikan secara langsung.

Bagian tersulit

Bagian yang paling sering membuat saya stuck adalah integrasi antarservice dan debugging performa Docker. Salah satu masalah yang ditemukan adalah Smart API terlalu sering melakukan polling Docker Engine sehingga menimbulkan beban CPU. Saya menganalisis proses tersebut dan menerapkan caching container inventory agar polling tidak dilakukan pada setiap siklus telemetry.

Yang dipelajari

Saya mempelajari bahwa sistem monitoring tidak hanya membutuhkan dashboard, tetapi juga membutuhkan pipeline telemetry, backend API, health analysis, incident lifecycle, dan recovery mechanism. Saya juga belajar melakukan debugging berbasis evidence menggunakan systemd, Docker, API endpoint, log, profiling CPU, dan Git workflow.

Galeri

Belum ada gambar yang diunggah

Video Demo

Teknologi

PythonFlaskDockerPrometheuscAdvisorNode ExporterChart.jsHTMLCSSJavaScriptTelegram BotLinuxsystemd

Mungkin Juga Menarik untuk Anda

Karya lain dari bidang yang sama.