Tentang Project
SIOD (Smart Infrastructure Operations Dashboard) merupakan project monitoring infrastruktur berbasis Linux yang dirancang untuk memberikan visibilitas kondisi server dan container secara real-time. Sistem mengumpulkan telemetry dari infrastruktur berupa penggunaan CPU, RAM, status Docker container, timestamp, dan indikator kesehatan sistem. Data tersebut diproses melalui Smart API dan disediakan melalui endpoint API untuk dikonsumsi oleh dashboard. Smart Monitor berfungsi sebagai dashboard visualisasi yang menampilkan kondisi infrastruktur, health score, resource utilization, container status, serta riwayat telemetry. Di sisi monitoring, sistem memiliki mekanisme threshold-based detection untuk mendeteksi kondisi abnormal, membuat incident ACTIVE, kemudian mengubahnya menjadi RESOLVED setelah kondisi sistem kembali normal. Sistem juga terintegrasi dengan notifikasi Telegram untuk memberikan informasi mengenai incident dan recovery. Project ini dikembangkan sebagai implementasi pembelajaran Linux & Server, Docker, monitoring infrastructure, backend API, automation, dan konsep DevOps.
Masalah yang Diselesaikan
Monitoring server dan container secara manual membuat kondisi infrastruktur sulit dipantau secara cepat dan konsisten. SIOD menyediakan satu dashboard untuk melihat resource utilization, status container, health score, telemetry, serta incident. Sistem juga membantu mendeteksi kondisi abnormal dan memberikan informasi ketika sistem kembali normal.
Cara Berpikir di Balik Project Ini
Bukti proses berpikir kontributor mengerjakan project ini — bukan cuma hasil akhirnya.
Kenapa pendekatan ini
Saya memilih Python dan Flask karena sesuai dengan kebutuhan backend yang ringan dan mudah dikembangkan. Docker digunakan untuk menjalankan komponen monitoring secara terisolasi, sedangkan Prometheus, cAdvisor, dan Node Exporter digunakan untuk memperoleh metrics infrastruktur. Dashboard dibuat dengan HTML, CSS, JavaScript, dan Chart.js agar data telemetry dapat divisualisasikan secara langsung.
Bagian tersulit
Bagian yang paling sering membuat saya stuck adalah integrasi antarservice dan debugging performa Docker. Salah satu masalah yang ditemukan adalah Smart API terlalu sering melakukan polling Docker Engine sehingga menimbulkan beban CPU. Saya menganalisis proses tersebut dan menerapkan caching container inventory agar polling tidak dilakukan pada setiap siklus telemetry.
Yang dipelajari
Saya mempelajari bahwa sistem monitoring tidak hanya membutuhkan dashboard, tetapi juga membutuhkan pipeline telemetry, backend API, health analysis, incident lifecycle, dan recovery mechanism. Saya juga belajar melakukan debugging berbasis evidence menggunakan systemd, Docker, API endpoint, log, profiling CPU, dan Git workflow.
Galeri
Belum ada gambar yang diunggah
Video Demo
Teknologi
Mungkin Juga Menarik untuk Anda
Karya lain dari bidang yang sama.

Atlas Server
Bisa dikustomisasiAtlas Server adalah project homelab self-hosted yang menggabungkan NAS, monitoring infrastruktur, dan Security Observatory dalam satu server. Project ini dibuat untuk mengelola layanan, memantau kondisi server, serta mendeteksi aktivitas mencurigakan melalui dashboard terpusat.

Server Monitoring pada Sistem Pemesanan Dimsum
ShowcaseSistem pemesanan dimsum berbasis web yang dijalankan pada server Debian 13 dengan monitoring dan pengelolaan server.

CloudVault
ShowcaseCloudVault adalah platform penyimpanan data cloud self-hosted untuk organisasi yang ingin infrastruktur cloud mandiri tanpa bergantung pihak ketiga. Dibangun di atas Nextcloud + Debian 13, menghadirkan keamanan berlapis: pendeteksian intrusi otomatis (Fail2ban), pemindaian virus real-time di setiap file upload (ClamAV), dan backup terenkripsi harian dengan retensi otomatis. Monitoring server via Grafana & notifikasi langsung ke Telegram saat anomali.
