Tentang Project
Atlas Server adalah project homelab self-hosted yang saya bangun untuk menggabungkan kebutuhan penyimpanan file, pengelolaan layanan, monitoring infrastruktur, dan security observability dalam satu server berbasis Debian. Project ini memiliki beberapa komponen utama. NAS digunakan untuk menyediakan penyimpanan file secara mandiri. Monitoring infrastruktur digunakan untuk memantau kondisi server dan service yang berjalan. Sementara itu, Security Observatory berfungsi mengumpulkan security event dari berbagai sumber, menganalisis pola aktivitas mencurigakan, dan menampilkan alert melalui dashboard. Salah satu fitur yang didemonstrasikan adalah deteksi SSH brute-force. Event login gagal dikumpulkan oleh collector, diproses oleh detection engine, kemudian menghasilkan alert yang dapat ditinjau melalui dashboard. Project ini juga mencakup pengelolaan alert, incident management, dan pencatatan catatan investigasi. Atlas dibangun menggunakan Debian, Python, SQLite, NGINX, Prometheus, Grafana, dan React. Project ini menjadi sarana untuk mempelajari self-hosted infrastructure, Linux, monitoring, dan cybersecurity secara langsung melalui sistem yang saya bangun dan kelola sendiri.
Masalah yang Diselesaikan
Pengelolaan server secara mandiri sering kali membutuhkan beberapa layanan yang berjalan terpisah, seperti penyimpanan file, monitoring infrastruktur, dan pencatatan aktivitas keamanan. Tanpa sistem yang terorganisasi, kondisi server, status service, dan aktivitas mencurigakan menjadi lebih sulit dipantau dari satu tempat. Atlas dibuat untuk mengatasi masalah tersebut dengan menggabungkan NAS, monitoring, dan Security Observatory dalam satu infrastruktur self-hosted. Project ini membantu menyediakan penyimpanan file secara mandiri, memantau kondisi server dan service, serta mengumpulkan dan menganalisis security event agar aktivitas mencurigakan dapat lebih mudah diidentifikasi dan ditindaklanjuti. Dengan adanya dashboard terpusat, proses monitoring dan investigasi menjadi lebih terstruktur, sekaligus memberikan pengalaman langsung dalam membangun dan mengelola infrastruktur IT.
Cara Berpikir di Balik Project Ini
Bukti proses berpikir kontributor mengerjakan project ini — bukan cuma hasil akhirnya.
Kenapa pendekatan ini
Saya memilih Debian karena ingin membangun dan mengelola server secara mandiri dengan sistem yang ringan dan fleksibel. Python dan SQLite saya gunakan untuk collector serta penyimpanan event karena sesuai dengan kebutuhan project yang masih saya kembangkan. Prometheus dan Grafana dipilih agar monitoring infrastruktur dapat dilakukan secara terpusat, sedangkan NGINX, Tailscale, dan Fail2Ban membantu mendukung akses serta keamanan server.
Bagian tersulit
Bagian yang paling sering membuat saya stuck adalah menghubungkan pengumpulan event dengan detection engine dan memastikan alert yang dihasilkan sesuai kondisi sebenarnya. Saya mengatasinya dengan memeriksa log, menguji setiap komponen secara terpisah, lalu memperbaiki alur data secara bertahap. Saya juga melakukan pengujian pada beberapa detection rules sebelum mengintegrasikannya ke dashboard.
Yang dipelajari
Sebelum project ini, saya belum terlalu memahami bagaimana membangun sistem monitoring dan security observability yang saling terhubung. Sekarang saya lebih memahami cara mengumpulkan event dari beberapa sumber, menyimpannya secara terstruktur, membuat detection rules, dan menghubungkan hasilnya dengan alert serta dashboard. Saya juga belajar bahwa membangun infrastruktur membutuhkan pengujian dan perbaikan bertahap, bukan hanya memasang service lalu menganggap semuanya selesai.
Galeri
Video Demo
Teknologi
Mungkin Juga Menarik untuk Anda
Karya lain dari bidang yang sama.
SIOD — Smart Infrastructure Operations Dashboard
ShowcaseSIOD (Smart Infrastructure Operations Dashboard) adalah sistem monitoring infrastruktur yang memantau CPU, RAM, Docker container, health score, telemetry, serta incident secara real-time. Sistem mengintegrasikan Smart API sebagai backend telemetry, Smart Monitor sebagai dashboard visualisasi, serta monitoring engine untuk mendeteksi kondisi abnormal dan proses recovery.

Server Monitoring pada Sistem Pemesanan Dimsum
ShowcaseSistem pemesanan dimsum berbasis web yang dijalankan pada server Debian 13 dengan monitoring dan pengelolaan server.

CloudVault
ShowcaseCloudVault adalah platform penyimpanan data cloud self-hosted untuk organisasi yang ingin infrastruktur cloud mandiri tanpa bergantung pihak ketiga. Dibangun di atas Nextcloud + Debian 13, menghadirkan keamanan berlapis: pendeteksian intrusi otomatis (Fail2ban), pemindaian virus real-time di setiap file upload (ClamAV), dan backup terenkripsi harian dengan retensi otomatis. Monitoring server via Grafana & notifikasi langsung ke Telegram saat anomali.

